Rabu, 13 Maret 2013

ASKEB AKDR


BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

A.     Kontrasepsi AKDR

1.       Pengertian
      Alat kontrasepsi dari benang sutra yang dimasukan pada rahim
( Manuaba, Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan, dan keluarga berencana, 1998 )
2.       Cara Kerja
a.       Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii
b.       Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai cavum uteri
c.       AKDR bekerja terutama mencegah  sperma dan ovum bertemu
d. Memungkinkan untuk mencegah implantasi ovum dalam uterus
3.       Keuntungan
a.       Sangat efektif : 0,6 – 0,8 kehamilan/ 100 perempuan dalam 1 tahun pertama ( 1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan )
b.       Dapat efektif segera setelah pemasangan
c.       Metode jangka panjang ( 10 tahun proteksi dari Cu T-380A dan tidak perlu diganti )
d.      Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat - ngingat
e.       Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
f.        Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak khawatir hamil
g.       Sedikit efek samping hormonal dengan Cu T-380A
h.       Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
i.         Dapat dipasang setelah melahirkan atau setelah abortus ( apabila terjadi infeksi )
j.         Dapat digunakan sampai menopause ( 1 tahun atau lebih setelah haid terakhir
k.       Tidak ada interaksi dengan obat – obat
l.         Membantu mencegah kehamilan

4.       Keterbatasan
a.       Efek samping yang umum terjadi :
-    Perubahan siklus haid ( umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan )
-    Haid lebih lama dan banyak
-    Perdarahan ( spotting ) antara menstruasi
-    Saat haid lebih sakit
b.       Komplikasi
-    Merasakan sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan
-    Perdarahan  berat antara haid yang memungkinkan anemia
-    Perforasi dinding uterus ( sangat jarang apabila pemasangannya benar )
c.       Tidak mencegah IMS termasuk HIV/ AIDS
d.      Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS/ perempuan yang sering berganti pasangan
e.       Penyakit Radang Panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR, PRP dapat memicu infertillitas
f.        Sedikit nye
5.       Waktu pemasangan
a.       Bersamaan dengan menstruasi
b.      Segera setelah bersih menstruasi
c.       Pada masa akhir puerperium
d.      Tiga bulan pascapersalinan
e.       Bersamaan dengan SC
f.       Hari ke dua – ketiga paska persalinan
6.       Teknik AKDR
a.       Persiapan pemasangan AKDR
1)      Penderita tidur tidur terlentang di meja ginekologi
2)      Vulva dibersihkan dengan kapas lisol, betadin, hibiscrub/ yang lainnya
3)      Dilakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan besar dan bertuk rahim
4)      Duk steril dipasang di bawah bokong
5)      Spekulum cocor bebek dipasang, sehingga serviks tampak
6)      Servik – porsio dibersihkan dengan kapas betadin
7)      Dilakukan sodage untuk menentukan dalam – panjang rahim dan arah posisi
b.       Pemeriksaan ulang AKDR
1)      Setelah pemasangan kalau perlu diberikan antibiotikka profilaksi
2)      Jadwal pemeriksaan :
a)  Dua      minggu setelah pemasangan
b)  Satu bulan setelah pemeriksaan pertama
c)  Tiga bulan setelah pemeriksaan kedua
d) Setiap 6 bulan sampai satu tahun
3) Untuk AKDR tanpa bahan aktif Cupper, pemakaiannya dapat berlangsung sampai menjelang menopause.
c.       AKDR dilepas
AKDR dapat dibuka sebelum waktunya bila dijumpai:
1)      Ingin hamil kembali
2)      leokorea, sulit diobati dan peserta menjadi kurus
3)      Terjadi infeksi
4)      Terjadi perdarahan
5)      Terjadi kehamilan mengandang bahan aktif dengan AKDR
7.       Yang dapat menggunakan AKDR
a.       Usia repruduksi
b.      Keadaan nulipara
c.       Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang
d.      Setelah melahirkan dan tidak menyusui
e.       Setelah mengalami abortus dan tidak terjadi infeksi
f.       Resiko rendah dari IMS
8.       Informasi lain yang perlu disampaikan
a.       Pemberian kontrasepsi suntik sering menimbulkan gangguan haid (amenore) gangguan haid ini biasanya bersifat sementara dan sedikit sekali mengganggu kesehatan
b.       Dapat terjadi efek samping seperti peningkatan BB, sakit kepala dan nyeri payudara. Tetapi hal ini tidak berbahaya, dan cepat hilang
c.       Setelah suntik dihentikan, haid tidak segera dating. Haid baru datang kembali pada umumnya setelah 6 bulan
d.      Bila klien lupa jadwal suntik, suntikan dapat segera diberikan, asal saja dapat diyakini perempuan tersebut tidak hamil
9.       Peringatan bagi pemakaian kontrasepsi suntikan progestin
a.       Setiap terlambat haid harus dipikirkan adanya kemungkinan kehamilan
b.       Nyeri abdomen bawah yang berat kemungkinan gejala KCT
c.       Timbulnya abses / perdarahan tempat injeksi
d.      Sakit kepala mingrin, sakit kepala yang berat berulang/kaburnya penglihatan
e.       Perdarahan berat yang 2x lebih panjang dari masa haid / 2x lebih banyak dalam satu periode masa haid.

















BAB 2
TINJAUAN KASUS

Pengkajian Data
Hari/ Tanggal              : Selasa, 19 Nopember 2011
Jam Pengkajian           : 09.40 WIB
Tempat                        : Ruang KB Puskesmas Karangploso
Oleh                            : Ernawati
NIM                            : 0908.15401.281

2.1 Data Subyektif
Biodata
Nama ibu   : Ny.”S”                              Nama Suami    : Tn.”P”
Umur         : 20 tahun                            Umur               : 22 tahun
Pendidikan : SMP                                  Pendidikan      : SMA
Pekerjaan   : Ibu Rumah Tangga            Pekerjaan         : Swasta
Agama       : Islam                                  Agama             : Islam
Alamat      : Karangploso                         
Ibu datang ke Puskesmas ingin pasang KB IUD, sebelumnya tidak pernah menggunakan KB. Sekarang ibu sedang haid hari ke-3

2.2 Data Obyektif
Keadaan Umum    : baik
      BB : 53 kg, TD : 120/70 mmHg, Nadi     : 84x/ menit, RR : 20x/ menit
Muka kemerahan, tidak ada oedema
Konjungtiva merah muda, sclera putih
Payudara membesar, terdapat hiperpigmentasi pada areola, terdapat  hipervaskularisasi, tidak ada nyeri tekan, terdapat pengeluaran ASI
Perut tidak ada luka bekas operasi, terdapat linia nigra, tidak ada nyeri tekan
Genetalia bersih, terdapat darah haid, tidak terdapat herpes genitalis, tidak terdapat syphilis, tidak terdapat gonorhoe, tidak ada tanda chadwik, tidak ada servisitis, tidak ada vaginitis. perdarahan haid (+), flour (-),
Inspekulo : perdarahan haid (+), flour (-), Cu : AF (cavum uteri ante fleksi), dalam batas normal, AP & CD (adnexa parametrium dan cavum dauglas) dalam batas normal
Ekstremitas atas dan bawah tidak ada varises, tidak ada oedema

2.3  Analisa
P1001 Ab000  dengan Akseptor Baru KB IUD

2.4  Penatalaksanaan
1)      Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa ibu dalam keadaan baik, ibu memahami
2)      Memberikan informed consent kepada ibu, jika setuju untuk dilakukan pemasangan IUD, ibu memahami
3)      Melakukan cuci tangan dengan sabun sampai siku, membilas dengan air bersih yang mengalir dan mengeringkan dengan handuk kering
4)      Menganjurkan ibu untuk kencing dan mencuci alat genetalianya dan mengajarkan cara cebok yang benar dari arah depan (vagina) kebelakang (anus), ibu memahami
5)      Menyiapkan alat-alat untuk pemasangan IUD dan melakukan langkah pemasangan IUD sesuai prosedur
6)      Melakukan pencatatan pada rekam medik dan buku KB ibu tentang jenis KB yang digunakan, tanggal pemasangan, tanggal pelepasan dan yang melakukan pemasangan
7)      Menjelaskan pada ibu tentang efek samping pemakaian IUD yaitu:
-          Kram/ kejang perut bagian bawah selama 2-3 hari setelah pemasangan
-          Darah haid menjadi lebih banyak
-          Nyeri pada saat haid
-          Pada awalnya suami akan merasa sakit pada saay berhubungan karena adanya benang IUD yang terlalu panjang
8)      Memberikan KIE kepada ibu yaitu:
-          Menjelaskan pada ibu bahwa boleh melakukan hubungan seksual setelah 1 minggu atau 7 hari lagi, ibu memahami
-          Memberitahukan pada ibu kontrol ulang pada tanggal 25 Nopember 2011, ibu memahami
-          Memberitahukan pada ibu untuk datang lagi jika ada keluhan atau tanda-tanda bahaya seperti:
·         Tidak dapat meraba benang IUD
·         Merasakan bagian yang keras dari IUD
·         IUD terlepas
·         Terjadi pengeluaran cairan dari vagina yang mencurigakan
·         Adanya infeksi























BAB 3
PEMBAHASAN
           
Setelah melakukan Asuhan Kebidanan pada Ny.”S” dengan Akseptor KB IUD di Puskesmas Karangploso maka penulis dapat memprakterkan dan membandingkan ilmu yang ada.
Dengan demikian penulis memberikan Asuhan Kebidanan dengan memperhatikan gejala dan keluhan yang terjadi sehingga diharapkan tidak terjadi masalah yang bisa merugikan pasien dan dapat dimengerti oleh keluarga pasien dan bisa melaksanakan semua yang telah dianjurkan sehingga masalah dapat teratasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar